Riau – Wabah penyakit yang menyerang sebanyak 253 siswa SMA Negeri Plus Provinsi Riau menyebabkan sistem pembelajaran di ubah sementara waktu. Para siswa di pulangkan ke rumah dan pembelajaran di lakukan secara daring.
“Kami bersama Kepala Bidang Pembinaan SMA Kadis Pendidikan Riau, pengawas pembina, serta Komite Sekolah, telah berkoordinasi dan memutuskan bahwa pembelajaran di laksanakan dari rumah melalui sistem daring,” kata Kepala SMAN Plus Provinsi Riau, kata Edi Sutono.
Total siswa di SMAN Plus Provinsi Riau mencapai 567 siswa dan sebanyak 253 orang mengalami sakit.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut bukan berarti sekolah di liburkan. Namun, untuk melindungi kesehatan siswa dan memastikan proses pembelajaran tetap berjalan.
“Siswa SMAN Plus juga rata-rata memiliki perangkat belajar digital seperti laptop, sehingga proses daring ini bisa berjalan efektif,” jelas Edi Sutono.
Ia menyebut, selama pembelajaran daring berlangsung, pihak sekolah fokus melakukan pembersihan dan sterilisasi lingkungan sekolah serta asrama, termasuk menguras genangan air, memperbaiki saluran sanitasi, melakukan fogging, dan penyemprotan disinfektan.
“Kami melakukannu bersama Tim Puskesmas Kecamatan Tambang serta mendapat dukungan dari Tim Gegana Brimob Polda Riau untuk penyemprotan disinfektan secara menyeluruh,” katanya.
Wabah Penyakit Menyebabkan Para Siswa/i Demam Tinggi
Sebelumnya di wartakan, sebanyak 135 orang siswa SMA Negeri Plus Provinsi Riau jatuh sakit secara massal. Kondisi ini terungkap dalam kunjungan Dewan Pendidikan Provinsi Riau ke sekolah tersebut pada akhir pekan lalu. Namun, jumlah siswa yang sakit terus bertambah menjadi sebanyak 253 orang.
Para siswa mengalami sakit dengan diagnosis terserang batuk, pilek dan demam tinggi. Kondisi ini menyebabkan orangtua para siswa cemas.
Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau, Syafrudin menyatakan, pihaknya langsung turun ke sekolah unggulan Pemprov Riau tersebut untuk mendapatkan infomasi yang akurat tentang peristiwa yang terjadi.
“Kami mempertanyakan sejak kapan dan apa penyebab begitu banyak siswa uang jatuh sakit. Kami juga telah mendapatkan informasi yang sama dari beberapa orangtua siswa yang khawatir kesehatan anak mereka,’’ kata Syafrudin dikutip Selasa.
Lantas apa penyebab ratusan siswa SMAN Plus Provinsi Riau jatuh sakit secara massal?
Dalam pertemuan Dewan Pendidikan Riau dengan jajaran pimpinan SMAN Plus Provinsi Riau, terungkap para siswa mulai terjangkit sakit sejak adanya Lomba Ketangkasan Baris Berbaris Komando (LKBB Komando). Kegiatan ini berlangsung 3-5 Oktober lalu.
Pada saat berbarengan, di sekolah tersebut sedang dilakukan kegiatan rehabilitasi Asrama Putra 1 dan Asrama Putra 2. Selain itu, beberapa ruang kelas juga ada dalam proses rehabilitasi yakni ruangkan Kelas X-1 hingga Jelas X-5.
Dugaan penyebab lainnya juga karena adanya pembangunan baru Asrama 4 Putri Anggaran 2025 ini yang menggunakan dana APBD Riau dan APBN. tambah lagi cuaca yang cukup ekstrem dan datangnya musim hujan. Sementara tempat tidur siswa mengalami perubahan.
Dewan Pendidikan Provinsi Riau mendapatkan informasi bahwa siswa yang diu ungsikan akibat pembangunan gedung sekitar 300 orang dan semuanya siswa laki-laki.
Syafrudin mengaku khawatir dengan banyaknya siswa SMAN Plus Provinsi Riau yang mengalami sakit.










