KUANTAN SINGINGI – Para Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, kini menjerit akibat belum cairnya penghasilan tetap (siltap) dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2025. Pemerintah Daerah (Pemda) Kuansing tercatat menunggak pembayaran siltap selama delapan bulan, terdiri dari lima bulan di tahun 2025 dan tiga bulan tunda bayar dari tahun 2024. Kondisi ini membuat banyak Kades kesulitan memenuhi kebutuhan hidup di tengah padatnya kegiatan pemerintahan desa.
Salah seorang Kades yang enggan disebutkan namanya menuturkan, Pemda Kuansing seakan tidak memperhatikan nasib para Kades. “Siltap kami sudah delapan bulan belum cair, termasuk tiga bulan tunda bayar 2024. Dengan apa kami memberi makan anak istri? Kami ini dituntut terus melaksanakan kegiatan desa, tapi hak kami diabaikan. Rasanya seperti dijadikan sapi perahan,” keluhnya kepada wartawan, Kamis (6/11/2025) di Kuansing. Ia menilai, janji Pemda melalui Dinas Sosial PMD untuk mencicil siltap setiap bulan hanya sebatas omongan tanpa realisasi.
Keluhan serupa disampaikan Ketua Forum Kades Kuansing, yang menyebut para kepala desa sudah berulang kali berkomunikasi dengan pihak Pemda. “Kami sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi, bahkan mendatangi BPKAD. Tapi hingga kini belum ada kepastian pembayaran. Kami hanya berharap ada langkah konkret, bukan sekadar janji,” ujarnya. Menurutnya, masalah ini berdampak serius karena banyak Kades harus mencari pekerjaan sampingan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuansing, Japrinaldi, AP, MIP, menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran. “Memang benar, kemampuan keuangan daerah terbatas. Kami memberikan dua opsi kepada Forum Kades, apakah ingin didahulukan pembayaran tunda bayar tahun 2024 atau siltap tahun berjalan 2025. Dari hasil pembicaraan, forum memilih agar siltap tahun berjalan diselesaikan terlebih dahulu,” jelas Japrinaldi saat dikonfirmasi.
Para Kades berharap, Bupati Kuansing dapat segera memprioritaskan pelunasan tunggakan siltap dan tunda bayar tersebut sebelum akhir tahun. “Sekarang sudah November, waktu tinggal sedikit. Kami mohon hak kami segera dibayarkan karena kebutuhan di lapangan terus berjalan,” ungkap salah seorang Kades. Ia menegaskan, perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan Kades akan menjadi tolok ukur komitmen Pemda dalam membangun desa di Kuantan Singingi.
(FM)










